conflic

8 PERTIKAIAN YANG TERJADI ANTARA PEMAIN DAN PELATIH DALAM DUNIA SEPAKBOLA

Hubungan antara pemain dan pelatih adalah hal yang menarik untuk dibahas, banyak pihak yang mengklaim jika hubungan tersebut bagaikan hubungan antara ayah dan anak. Ini adalah hal yang benar dan nyata, seorang pelatih mengadopsi pemain dibawah sayapnya, mengajarinya dan membantu dia berkembang serta bertumbuh.

Namun ketika hubungan antara pemain dan pelatih dibumbui rasa ego maka pasti didalamnya akan menyebabkan ketegangan, perpecahan, perebutan kekuasaan dan lainnya. Terkadang cerita pertikaian ini akan disimpan di balik pintu tertutup sehingga anda hanya akan mendengar kabar burung dan terkadang cerita ini akan membalut di tengah permainan, konferensi pers dan tentu saja di Twitter.

Bagi pemain, pertikaian terjadi karena mereka tidak mendapatkan waktu bermain dan perhatian yang cukup, atau bisa saja terlalu banyak tekanan pada bahu mereka. Bagi pelatih, biasanya anda akan melihat mereka mulai kehilangan kesabaran dengan para pemainnya terutama yang sedang berada di bawah peforma,tidak bermain didalam sistem pelatih atau melakukan sikap yang salah.

Peran pelatih tentu begitu besar dan berarti diatas lapangan, namun para pemainnya memiliki banyak kekuasaan didalam hal daya tarik mereka. Hal inilah yang memicu perebutan kekuasaan yang nyata antara pemain dan pelatih sehingga menciptakan pertikaian sampai merembet ke permainan. Jika hal ini terjadi, anda seperti menonton opera dalam olahraga.

Kenyataannya ada beberapa pemain dan pelatih yang tampaknya memiliki pertikaian di setiap masing-masing klub dan terkadang anda akan bertanya-tanya mengapa pemilik klub masih mau membiarkan keduanya bekerjasama diatas lapangan. Dan inilah 8 pertikaian yang terjadi antara pemain dan pelatih dalam dunia sepakbola, diantaranya adalah :

1. Raymond Domenech VS Skuad Perancis tahun 2010

Terlibat pertikaian dengan satu pemain sudah cukup merepotkan bagi seorang pelatih, tetapi jika pelatih tersebut bertikai dengan seluruh skuad maka bisa dipastikan hal tersebut akan menodai karirnya dan membuatnya tak berdaya sama sekali. Di pertandingan babak pertama Piala Dunia 2010 saat Perancis melawan Meksiko (yang pada akhirnya Perancis harus kalah), Nicolas Anelka mendapat cemoohan yang keras dari sang pelatih.

Anelka diusir dari skuad karena memiliki kepribadian yang buruk mulai dari menolak mengikuti latihan hingga berdebat dengan staf pelatih di sesi latihan dan dilihat oleh publik. Setelah insiden ini, Domenech dipecat oleh anggota dari Federasi Sepakbola Perancis dan direktur timnas pun mengundurkan diri sebelum skuad Perancis sepenuhnya pulih dari insiden tersebut.

2. Alex Ferguson VS David Beckham

Mungkin ini adalah pertikaian paling terkenal yang terjadi diantara pemain dan pelatih. Dua nama besar di dunia sepakbola harus terlibat di pertikaian yang terkenal, yang akhirnya Beckham harus menerima jahitan di pelipis dahinya. Ferguson sangat marah ketika MU kalah dari Arsenal dan langsung menyalahkan Beckham karena dia dikenal sebagai pesepakbola terbaik kala itu.

Kejadian ini berlangsung di ruang ganti, Ferguson yang tengah marah menendang tong sampah sehingga sepatunya terlepas dan mendarat di pelipis dahi Beckham. Beckham pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan jahitan dan inilah pertikaian yang menyebabkan Beck’s harus hijrah ke Real Madrid.

3. Roberto Mancini VS Mario Balotelli

Jauh dari lubuk hati yang paling dalam, sebenarnya Roberto Mancini sangat peduli dengan Mario Balotelli namun tingkah laku Balotelli yang ngeyel dan ngeselin kerap menyebabkan sang pelatih marah besar sehingga keduanya sering bertikai. Mancini yang memainkan peran orang tua tentu harus kecewa, sementara Balotelli yang berbakat memainkan peran remaja yang ugal-ugalan.

Mancini telah melakukan berbagai upaya terbaik untuk menjinakkan tingkah laku Balotelli dan anda bisa melihat wajah sedih dan frustasi Mancini saat menggelar konferensi pers. Pertikaian ini berlanjut di sepanjang musim 2012-13 dan diakhiri dengan perkelahian yang berlangsung di tempat latihan. Emosi Mancini dan sikap keras kepala Balotelli menciptakan hubungan yang sangat menghibur dan tak terlupakan.

4. Roy Keane VS Mick McCarthy

Roy Keane memiliki beberapa kalimat positif menjelang Piala Dunia 2002 di Jepang, dimana Keane mengecam strategi ‘parkir mobil’ terlihat seperti fasilitas latihan, padahal tim dan staf pelatih sedang mempersiapkan strategi tersebut. Ketika McCarthy mencoba untuk menghadapi Keane di depan skuad, dia tidak mungkin mengharapkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Alih-alih gentar, Keane justru melepaskan kata-kata bernada kasar dan ganas serta mengatakan jika McCarthy tidak menilai dirinya sebagai pemain.

5. Carlos Tevez VS Roberto Mancini

Pada tahun 2011 disaat Manchester City dengan Bayern Munchen bertemu di laga Liga Champions, Carlos Tevez memutuskan jika dirinya lebih suka menghangatkan bangku cadangan daripada harus masuk sebagai starter. Pada babak kedua, Mancini memanggil Teves untuk masuk kedalam lapangan namun Tevez menolaknya.

Atas kejadian ini, Mancini marah besar sehingga membuat para fans City tertegun dan mempertanyakan karakternya. Tindakan pembangkangan Tevez terhadap Mancini menunjukkan kurangnya rasa hormat sehingga Mancini mengklaim jika karir Tevez ‘berakhir’ di City.

Tevez-pun tidak mau masuk ke dalam skuad Argentina (tanpa seijin timnas) menyusul pertikaian tersebut dan akhirnya ia dapat kembali dijadikan starter di musim selanjutnya. Meski telah bermain baik di City, Tevez akhirnya pindah ke Juventus pada bulan Juni 2013.

6. Alan Shearer VS Ruud Gullit

Ketika seorang pelatih memiliki pemain yang memenangkan penghargaan Golden Ball dan FIFA Player of the Year di skuadnya, pasti banyak orang yang ingin mendengarkan tentang apa yang akan dikatakan oleh pemain tersebut. Namun tidak bagi Van Gaal, ia malah membangkucadangkan Rivaldo setelah mendengar pernyataan Rivaldo yang ingin bermain di belakang striker.

Ini tidak cocok dengan filosofi Barcelona dan para fans Barcelona serta pers Spanyol tidak bisa mempercayai apa yang telah dilakukan Van Gaal. Rivaldo kecewa dan Barcelona gagal mempertahankan gelar mereka. Van Gaal kemudian meninggalkan Barcelona.

7. Brian Clough VS Roy Keane

Pertikaian ini bisa berlanjut sampai pertarungan fisik karena melibatkan dua pemain yang memiliki emosi yang tinggi. Roy Keane dipandang sebagai seseorang yang sangat ditakuti di sepakbola modern dan hal itulah yang menyebabkan pertikaian dengan pelatihnya di ruang ganti.

Setelah Keane malayangkan serangan tumit yang lemah, Clough segera mencengkram Keane dan memberikannya satu pukulan ke arah wajah, yang jelas memiliki dampak besar pada Keane. Sama seperti Jameson, Keane menaruh hormat untuk Clough dan bahkan menyatakan bahwa ia adalah seorang pelatih yang lebih baik dari Ferguson.

8. Jose Mourinho VS Mario Balotelli

Jauh sebelum Roberto Mancini memulai hubungan Mario Balotelli dan berkembang di Manchester City, Jose Mourinho pernah mendapat kesempatan untuk menjadi figur ayah bagi Balotelli di Inter Milan. Mourinho pernah mengkritik sikap Balotelli saat menjalani sesi latihan guna membantu dirinya agar berkembang menjadi pemain berbakat.

Sayangnya itu seperti menjadi tugas yang tidak mungkin, sebab Balotelli doyan bertingkah dan memicu insiden baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal ini menyebabkan Mourinho mengklaim Balotelli sebagai pemain yang ‘tak terkendali’. Namun, Mourinho juga dapat melihat sisi unik dari Balotelli dengan mengklaim bahwa Balotelli seperti aktor ‘komedi’ di lapangan hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *